devanalferi's Weblog

Muncul Tiba-Tiba dari Saran Seorang Kakak

Posted in Uncategorized by devanalferi on October 14, 2010

Saya baru mendapatkan saran luar bisa dari seorang Bapak (Kakak atau Om? hehe..) Dedy A. Alumnus Fa ’90. Beliau sekarang berkarya di Enseval–sebuah PBF yang dimiliki oleh Kalbe Farma (CMIIW) sebagai General Sales Manager. Bagi saya, ini merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa karena saya dapat berinteraksi dengan beliau ketika acara temu alumni Fa 90, pada Sabtu lalu.

Singkat kata, saya meminta saran mengenai jalur dunia kerja yang akan saya tempuh nantinya. Beliau tentunya memberikan beberapa saran yang bermutu. Saran-saran ini bagi saya menarik, menantang, dan saya menyukai pola pikir beliau yang tentunya sudah ditempa oleh bertahun-tahun di realita dunia kerja. Singkat kata (yang kedua) saya mengemail kembali dan mengirimkan CV saya. Email balasan dari beliau lah bagi saya yang luar biasa. Beliau memberikan pandangan mengenai ITB. Pandangan ini -lah yang saya lupakan ketika saya sudah berada di dunia paska kampus ini.

Saran beliau (tidak dicomot langsung, sudah saya olah dulu di otak saya) adalah
Saat nanti keluar dari ITB, jangan pernah menunjukkan ke-ITB-an mu. ITB sekarang ini sudah bukan lagi mahasuper seperti jaman dahulu.

Tunjukkan prestasimu, bukan ke-ITB-anmu. Anak ITB itu biasanya sombong, arogan, dan tidak dapat bekerjasama dalam tim. Sekali lagi, prestasi yang ditonjolkan di dunia kerja. Jika ditanya, sekolah dimana dulu? jawab saja: saya dari Bandung. Biarkan mereka yang bertanya yang malah bertanya2 dalam hatinya: ITB? Unpad? Unpar?

Selamat merasakan dunia kerja.

Dari saran ini, saya berpikir: Kenapa dulu ketika saya menjadi Ketua Bidang Eksternal, tidak ada program dari divisi IA yang seperti ini. Program dimana seorang Kakak dimintai pendapat, atau petuah, atau wejangan atau cerita mereka di dunia paska kampus. Siapapun yang mau. Sudah terbayang? Aplikasinya bisa berupa program Mentorship, jadi dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan minat paska kampus, atau random sama sekali. Alumni A dimintai ceritanya mengenai pengalaman kerjanya. Alumni B juga, dan seterusnya.

Kendala utama dari Mentorship tentunya kesulitan bagi rekan-rekan yang belum mengetahui, paska kampus mereka akan kemana. Sementara jika random tentunya akan memiliki kebalikan dari kendala Mentorship itu. Tentunya kendalanya, bagaimana bisa selama 1 tahun kepengurusan itu berhasil mencakup segala bidang paska kampus? susah kan? mengenai ini saya kembalikan pada temen2.

Nah, dahulu sempet ada ya @cityca? tapi dulu kita taruh di buletin dimana tidak semua orang membaca, dan dulu terkendala di masalah wawancara aka harus tatap muka dengan alumnusnya. Sekarang, usul saya adalah kita manfaatkan media Facebook dan Twitter. Tidak usah tatap muka. Jadi semacam mereka bercerita via notes yang mereka buat. Notes ini bisa mereka buat sendiri, bisa mereka comot dari blog yang mereka punya, dsb. Notes Facebook bisa di tag untuk beberapa orang. Tugas divisi IA adalah memastikan seluruh angkatan (atau mau difokuskan pada Mahasiswa Tingkat 4 dan Apoteker saja yang mau terkait paska kampus?terserah teman-teman) dapat ditag pada notes ini dan mencari alumnus dari angkatan awal Farmasi yang mau share sama adik-adiknya. Permasalahan kira-kira akan dibaca atau tidak oleh massa himpunan mah dikembalikan lagi pada teman-teman himpunan. Saya percaya notes dari praktisi selalu menarik untuk dibaca, dicermati, dan dikritisi. Atau bahkan bisa juga aplikasinya berupa alumnus mem-post foto mengenai realita paska kampus. Pasti menarik! Twitter pun sama..bisa media link ke FB kalo notes..atau kalo foto bisa via Plixi..yeappi!

Begitulah..tiba-tiba ide ini terpikir begitu saja. Maaf jika kurang berkenan. Post ini mulai dari paragraf 2 ditulis dengan gaya ngomong saya..bukan gaya menulis saya..Maaf jadi berantakan.šŸ™‚

Tag post ini untuk @cityca @aaaaustin dan @calon-calon Ketum: Dzikra, Hubbi, dan Asyhar. Silahkan, HMF milik kalian juga, silahkan dilihat lagi ide ini, feasibilitas dan aplikasinya. Saya hanya tiba-tiba terpikir memanfaatkan media Social Networking yang kebetulan lagi booming dan didukung menjamurnya BB. Ini bagian dari tanggung jawab sosial saya karena pernah menjadi Kabid Eksternal. YNWA!

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Asyhar said, on October 16, 2010 at 6:56 pm

    terima kasih kak Devan buat idenya, ini adalah hal yang sangat dan menarik, insyaalloh ide ini akan saya kemukakan ke teman2 yang lain dan tentunya saya juga berharap ide ini bisa terealisasikan, ntah siapa ntar siapa Ketua Umumnya…..
    sekali lagi terima kasih sudah membuka mata saya untuk hal ini…..

  2. Hubbi said, on October 16, 2010 at 8:55 pm

    Post yang sangat membuka mata dan ide yang inovatif. Terima kasih kak, sudah memberi tahu kami. Mudah-mudahan ide ini feasibel untuk dilakukan di BP selanjutnya.

  3. dzikra said, on October 17, 2010 at 12:08 am

    weitsss.. emg oke bgt ni ka devan.. tentu kak. menjaga hubungan dgn alumni dengan tujuan gak cuma minta dana (hehe) memang harus dilakukan. saya stuju tuh ttg fakta bahwa itb dicap arogan.. mudah2an ke depannya kita lbh bs spt ilmu padi ya, makin berisi makin merunduk. smangat cari kerja kaak!! hehe..

  4. yangoiselaluceria said, on October 24, 2010 at 9:55 am

    weitsss smua cakahim nge comment! makjan.
    hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: