devanalferi's Weblog

Sabar & Syukur

Posted in Uncategorized by devanalferi on March 2, 2010

sabar dan syukur..

murni dari mulut Devandra Alferi saat dengar pendapat pada mentoring bersama yang ngedadak…di suatu malam ba’da maghrib. Mesjid At-Taqwa, Lippo Cikarang.

Materi dibuka dengan Q.S Luqman oleh Arif yang kemudian bersambung pada tema tentang sabar dan syukur. Tema ini terpacu karena saat itu kami harus berupaya meyakinkan hati kami bahwa tempat KP ini berharga..walau yang kami pelajari bukanlah hal tentang kefarmasian(*dan memang sangat berharga..aku bersyukur sekali*)

Saat itu aku ditanya pendapatnya tentang sabar dan syukur..aku menjawab:
saya punya tempat favorit di dago..tempat ini saya kunjungi saat saya sedang sedih, saat sedang rindu, saat sedang bimbang, saat ingin berbicara padaNya dengan cara berbeda..beberapa hari sebelum sidang, saya datang ke tempat ini.

untuk menuju tempat ini, jalanannya pertama harus menurun, kemudian menanjak dengan tajam. Tanjakan ini terasa memberatkan, baik bagi saya, maupun bagi si Ahon, motor saya. Saya tahu, untuk mencapai titik yang saya inginkan di atas itu saya harus melaluinya..padahal di atas itu tidak ada apa-apa!

Yang ada hanyalah tanah merah yang akan dibangun oleh rumah – rumah. Pemandangannya pun buruk! hanya ada urugan tanah yang tidak beraturan..ga ada ijo2nya sama sekali. Lalu lantas, apa yang menarik dari daerah ini? Yaitu, saat mencapai titik di atas itu, saya kemudian berbalik..dan di sana lah pemandangan kota Bandung yang sangat indah.

begitu pula dengan sabar dan syukur..
tanjakan tadi dapat diibaratkan berupa proses untuk sabar..sabar menanti untuk mencapai titik di atas. Kemudian apakah setelah mencapai atas lantas saya bersyukur? belum tentu, karena saya belum tau di atas ada apa. Lalu sampai di atas, ko ga ada apa2? lantas, saya ga jadi donk bersyukur? padahal udah sabar banget saat menanjak.

Namun, saat saya membalikkan badan, ternyata ada pemandangan yang indah tadi. Di situlah saya bersyukurnya..ternyata proses dalam menuju sabar tadi menghasilkan sebuah pemandangan yang indah, walau belum tentu pemandangan indah itu ada di ujung proses sabar..bisa saja ada di samping kiri kita, di belakang kita.
namun, yakinlah teman..kita akan bersyukur setelah bersabar.

“Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai dari diri kami sendiri.”

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. karinidya said, on March 4, 2010 at 10:56 am

    waw, aktif lagi…Blognya saya link van. Baru bersih2 blog.:D
    Aw aw aw, postingan diatas prikitiw.
    Ga ngaku lagi di twitter sama saya dan hanicong.
    ckckckckck. selamaaaaaaat…:)

  2. ninok eyiz said, on March 21, 2010 at 5:39 pm

    nice post ^^ nambah satu lagi tentang sabar, saya meyakini satu hal “semua itu ada waktunya” hihi..jadi yakiiiiiiiiiiin jika Allah tau yang terbaik untuk hambanya😉

    salam kenal hya ^^

  3. devanalferi said, on March 24, 2010 at 8:01 am

    @mbak ninokeyiz.wordpress.com..

    sepakat!
    saya jadi teringat tentang jodoh: orang yang tepat di saat tepat..hahahaha..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: