devanalferi's Weblog

02.30 30 April 2009

Posted in Uncategorized by devanalferi on April 30, 2009

ternyata aku masih diingatkan dengan hidup saat masih di asrama dulu. Jam biologis yang tidak tentu, makan malam yang entah jam berapa…Setelah keluar dari asrama, hidup terasa lebih nyaman. Makanan, selalu ada. Mau tidur, kasur empuk sudah tersedia dan tidak rebutan dengan penghuni yang lain. Acara sampai jam 12 malam? ga ada.. Semuanya nyaman deh pokoknya. Tapi justru saat itulah aku merasa bahwa zona yang terlalu nyaman ini membahayakan diri sendiri. Tidak akan tertempa lah seorang Devandra ini. Akhirnya aku meng-iya-kan beberapa amanah. Untuk aktif di dalamnya. Dan ketika beberapa amanah ini menunut kehadiran di saat yang bersamaan, DENK!! repot sendiri.

Tapi, paling tidak…aku kembali merasakan kehidupan di asramaku itu dulu. Dulu jika kecapean, aku biasa tidur dari isya sampai jam 2 atau jam 3 (seperti sekarang), untuk keluar..mencari makan..untungnya di depan asrama suka masih ada tuh tukang nasi. Yang pasti kalau aku cape (apalagi dulu dengan 5 praktikum dalam seminggu), aku pasti ketiduran. Masih ingat aku peristiwa Fajrin dan Fikri –teman sekamarku mendobrak pintu kamar karena aku tidur di dalam dan mereka tidak bisa masuk. Hahahaha…maafkan teman2…Jika aku cape, aku pasti ketiduran ketika acara asrama berlangsung…hahaha…padahal dari sana banyak ilmu2 baru..Jika aku sedang cape, selalu ada hari Kamis, dimana aku datang ke rumah Pak Ustadz untuk mengaji…Kenangan yang indah dah pokoknya…Walaupun aku tidak memungkiri bahwa dulu seringkali aku berkeluh kesah akan kehidupan asramaku yang menghabiskan waktu banyak, yang selalu sibuk, yang selalu ada-ada-aja-nih-kerjaan.

Di asrama yang sekarang telah menjadi rumah makan itulah aku ditempa. Kalau bahasa kampus = menjadi manusia dewasa. Kalau aku merasa: seorang anak tunggal yang manja ini — ditempa menjadi manusia yang mandiri, yang belajar jadi boss (kan boss sibuk, hehe..amiin).

*sebuah pengaduan setelah kecapean di tengah-tengah minggu. Terbangun di pukul 02.30 setelah tertidur dari ba’da maghrib. Tidak ada lagi teman curhat, tidak ada lagi ustadz yang siap memberi wejangan2 bermakna. Hanya ada aku, laptopku, dan Allah SWT yang melihatku.

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. WinaWinaWina said, on May 2, 2009 at 3:17 pm

    Hehe.. Yaya,kadang-kadang amanah memang perlu bwt harmonisasi kehidupan..

    Nambahin, ada pembaca yang akan membaca tulisanmu.. Hehe..

  2. ikhwanalim said, on May 2, 2009 at 11:05 pm

    haha..
    tapi punya banyak amanah itu ASEYKK juga..

    sibuk.., produktif.., jadi gak mikirin hal yg belum waktunya dipikirin..,dan jadi lebih menghargai waktu, proses, dan pembagian konsentrasi..

  3. devan said, on May 9, 2009 at 7:15 am

    @wina dan ikhwan: that’s what I’m talking about. syukuri dan nikmati setiap detik kita menjalankan amanah, dan niatkan untuk yang Maha Kuasa..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: