devanalferi's Weblog

di mana kah keadilan itu berada?

Posted in Uncategorized by devanalferi on April 2, 2009

Suatu ketika, saya bertanya kepada seorang kakak kelas di farmasi. Alumni angkatan 2002.
Aku: Kak, dulu ngambil apoteker kan?
Beliau: Iya.
Aku: Berapa Kak biayanya?
Beliau:Kurang lebih 10 Juta 1 tahun
Aku:Umm..gitu ya Kak..
Beliau:Itu belum gono gini yang lain looh..
Aku: Buset, mahal banget ya Kak? Emang lulusan apoteker digaji berapa Kak?
Beliau: Fresh? 2 juta kurang..

—-
Buset!
2 juta kurang…dari biaya 4 juta per tahun selama 4 tahun + biaya apoteker = 26 juta…

seorang temanku yang lulusan D3 saja, dengan SPP yang jauh dari itu dan hanya 3 tahun, digaji 9 juta per bulan ketika diterima di perusahaan minyak.
Prestasi temanku ini biasa2 aja. Mediocre. not extraordinary….

Aku tidak bicara tentang idealisme pendidikan atau idealisme lainnya.
Aku sedang bicara tentang idealisme ekonomi…idealisme anak istri..dan idealisme hidup yang mau tidak mau kita akan selalu mempertanyakan monetery—uang.

Mungkin ada beberapa teman yang tidak setuju dengan cara pandang seperti ini. Tapi saya menyarankan sebelum teman-teman berkata seperti itu, coba tilik bagaimana kuliah kami di Farmasi…tilik praktikum kami yang berjumlah kurang lebih 20 macam praktikum berbeda dan belum lagi Tugas Akhirnya…tilik juga bagaimana riweuhnya ujian apoteker kami…Jangan salahkan kami jika HMF jarang rapat tepat waktu atau tidak datang jika KM ITB mengadakan rapat pukul 5 sore..hei, itu kami baru keluar berjuang dari lab.. atau jika malam kami jarang pula datang..itu karena kami harus pula menyiapkan jurnal dan laporan2 dan Tugas Awal praktikum.

Jadi, saya tambahkan lagi kesimpulannya:
26 juta, 4 tahun + 1 tahun apoteker, riweuh dan hecticnya beban kuliah dibayar dengan 2 juta saja per bulan di industri.

Sementara ada pihak lain dengan kuliah yang 3 tahun saja, lebih murah, (dan saya lihat ketika kuliah temanku itu masih sempat main PS setiap hari berjam jam dan sempat tidur siang tiap harinya) mendapat 9 juta per bulan di industri…It’s all pay for it
Kalo aku merasa: What the h*ll am I study for? Hanya untuk idealisme pendidikan?

Idealisme pendidikan tidak bisa mengisi perut ini kawan..idealisme pendidikan saja tidak bisa membuat diam mertua kita nanti saat anaknya yang kita persunting tidak sejahtera…

Namun, yang jelas blog ini aku tulis saat aku sadar bahwa aku di kampus ini tinggal sebentar lagi. Saat aku menulis ini aku masih merasa idealisme yang kupegang dari kampus ini akan terus selamanya mengalir di dalam tubuh.

    Karena aku merasa seperti itu maka aku mempertanyakan dimana letaknya keadilan. Karena jika idealisme itu telah hilang, aku dapat saja berkata: ‘Gampang, nanti babat aja uang rakyat dengan jadi caleg.’

    Tidak, aku tidak seperti itu.

    Dan aku kembali mempertanyakan pertanyaan yang sama: Di manakah letaknya keadilan?

    One Response

    Subscribe to comments with RSS.

    1. yangie.dwi. said, on July 11, 2009 at 10:32 pm

      yah. coba dipikir lagi mungkin apa peran farmasis itu. yah waktu saya simposium di penang apps 2009 kemaren membahas tentang ini nih. patient v.s money? sampe sekarang, saya pun gag bisa menarik huubungan yang benarbenar bisa seimbang antara 2 hal ini..


    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s

    %d bloggers like this: