devanalferi's Weblog

aku bukan gamers

Posted in Uncategorized by devanalferi on September 30, 2008

“Ayoooo…yang anak ITB yang gamers siapa???” umm..pasti banyak..
“Ayooo..anak Farmasi ITB yang gamers siiapa???” ummm..pasti sedikit…hahahha..

Ya iyalaaah. secara kami hidup di kampus (hampir tiap hari), dari pukul 7 am sampai 5 pm…parah kan? kita rajin kultum!! kuliah-praktikum!!

Satu hal dyang saya pelajari dari gamers adalah mereka have fun dengan kerjaan mereka itu, mereka senang dengan dunia mereka…Di dalamnya seringkali kita temui gamers yang bisa berinteraksi dengan teman-temannya di seluruh dunia. Kemarin-kemarin Alvin pernah bilang bahwa ada penelitian di Inggris (apa di Amerika ya?), pokoknya gamers online seperti itu memiliki hubungan sosial yang lebih baik dibandingkan nongamers. Apa sebab? Karena saat mereka berinteraksi dengan orang lain melalui tulisan dan ke seluruh penjuru dunia pula. Begitu. Katanya…saya juga tidak tahu…

Tadi malam lagi-lagi saya dapat info baru tentang gamers. “Jual karakter”. Pernah dengar? Pasti anak farmasi belum pernah dengar. Termasuk saya. Jadi, dalam sebuah game, tarolah game DOMO (Dreams of Mirror) kita harus log in sebagai “seorang karakter” di dalam game itu. Nah, untuk sebagian orang, gamers sejati, dia dapat saja meningkatkan level dari “karakter” game nya tersebut. Peningkatan level ini biasanya dapat dilakukan dengan mengalahkan beberapa lawan atau berpetualang sejauh mana (meureun ieu oge..da sayah bukan gamers). Ketika levelnya sudah tinggi, ada gamers-gamers yang menjual “karakternya” ini pada orang lain!!

WOW..sebuah hal yang baru menurut saya. Di dunia game ada juga bisnis yang seperti itu ya. Kreatif. Memang bayarannya biasanya tidak tidur 1 minggu untuk menaikkan level si “karakter” game nya tadi.
Tapi, upah untuk karakter yang sudah tinggi biasanya berkisar di atas 800rb…

Um…gaji pegawai negeri saja paling murah 2 juta
jika 800rb dikali 4 minggu (satu minggu bisa jual karakter untuk gamers yang hebat kan..), berarti 3,2juta!!

Haha..temanku yang gamers berkata kalau PNS bekerja pagi sampai sore dan tidak ada fun-nya sama sekali, maka dengan “menjual karakter” ini lebih menguntungkan. Fun dapat, dan pemasukan juga dapat.

Bagaimana dengan Anda? tertarik dengan gunia gaming seperti ini?
Kalau saya tidak. Bagi saya ilmu farmasis saya akan lebih mantap jika digunakan untuk kesejahteraan manusia Indonesia.

Biotechnology, here I come!!

8 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. ipin suripin said, on October 11, 2008 at 9:07 am

    ada koq anak farmasi yang punya bisnis game, Gatot’01 ama Edwin’03… sekarang masih gak ya?

    jadi inget pas dulu saya tingkat 2, jaman Kurusetra masih permainan lokal kampus ITB (tau kurusetra gak??)
    anak FA yang maen setau saya cuman saya, lutfi’00, bona’00 , edi’98, ama mamank..
    pontang-panting kabur2an dari lab ke komp unit di student center (sekarang campus center), soalnya gak bisa login dari komp HMF (secara dipake ama Edi dan mamank) …
    masa lalu yang dodol banget!

  2. conk said, on October 11, 2008 at 9:21 pm

    cuman bisa komentar: do what u love or love what u do.

  3. devanalferi said, on October 12, 2008 at 9:12 am

    @kang ipin
    hehehe…kisah klasik untuk masa depan ya?
    Kurusetra? Karang Setra mah tau..hehe..

    ya itu Kang, paling di HMF booming lagi CS doanks..tapi sayah mah tidak ikut.,he…

    @conk
    iya conk,,haha……so, what you love is studying ya? great lah…

  4. conk said, on October 17, 2008 at 9:40 pm

    eh jgn2 lo kaga tau gw sapa lagi. haha…
    manggilnya serasa aneh…

  5. Muhammad Ismail Faruqi said, on October 19, 2008 at 3:59 am

    aku gamers😀

  6. sandi said, on November 26, 2008 at 9:09 pm

    haha…
    di tekim kayanya banyak tu van gamers2….
    apa kudunya kaya di farmasi ja ya praktikumnya di seringin…
    matilah Qt ntar…
    btw masi inget gw ga..?
    salam hangat dari kawan lama..
    http://sandibayuperwira.wordpress.com

  7. Areep said, on March 26, 2010 at 7:23 am

    jangankan gamer, anak farmasi yang blogger aja bisa dihitung pake jari, bahkan ndak perlu pake tambahan jari kaki

  8. devanalferi said, on March 27, 2010 at 8:27 am

    blogger? yah, anak farmasi berkarya di tempat lain mungkin ya lebih tepat gitu nyebutnya.. hehe.

    toh, masing – masing kita harus menentukan apa yang harus kita fokuskan. semakin tinggi umur, makin harus fokus kita..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: