devanalferi's Weblog

Catatan Patah Tulang : Peristiwa dan Proses Recovery Paska Operasi 2

Posted in Uncategorized by devanalferi on June 24, 2015

2 Juni 2015 (3 minggu paska kecelakaan)
Jahitan dilepas dan ditanya bagaimana sudah berapa derajat bisa menekuk. Dilihat perkembangannya dan sudah cukup bagus untuk menekuknya sudah hampir 90 derajat. Pada bagian bekas jahitan tersebut diberikan plester. Plester tersebut berfungsi untuk menjaga agar kulit bekas jahitan tidak melebar ke arah luar bekas luka. Bekas jahitan tersebut bisa ke arah, luar karena ada gerakan mekanis yang terjadi saat kaki dilatih menekuk.

9 Juni 2015 (1 bulan paska kecelakaan)
Latihan kaki ditambah dengan setengah menapak. Agak ditekan ketika melangkah. Tentunya masih dengan menggunakan 2 tongkat. Tujuan latihan ini agar ankle dapat menekuk lebih banyak.

23 Juni 2015 (1,5 bulan paska kecelakaan)
Perkembangan derajat lutut dan ankle menekuk masih di bawah harapan. Posisi kaki dalam setengah menapak 2 minggu lalu salah. Seharusnya kaki yang sakit (kaki kanan), melangkah pendek. Kaki kiri melangkah jauh ke depan, jadi kaki kanan mendapat latihan menekuk yang maksimal. Well… Then … ketahuannya setelah 2 minggu.

Setelah 2 bulan saya komitmen untuk rutin ke fisioterapi agar hal hal yang salah dapat diketahui dalam jangka waktu dekat.

Advertisements

Catatan Patah Tulang : Peristiwa dan Proses Recovery Paska Operasi

Posted in Uncategorized by devanalferi on June 2, 2015

12 Mei 2015
Malam ini ada acara kantor di kuningan. Perpisahan salah satu bos yang saya kagumi dari sisi logic dan analisis mengenai detail. Setelah acara selesai, ada beberapa teman yang meminta untuk ikut mobil karena searah pulang, ke Bekasi.
Singkat kata, ada teman meminta turun di stasiun Tebet, di sebelum jalan bypass, dan di Tambun. Sebelum bertolak menuju Tambun, saya terlebih dahulu mampir di kantor cabang karena harus mengambil projector untuk meeting keesokan harinya jam 9 di kantor Pluit.

Setelah saya antarkan teman ke Tambun, saya bertolak menuju Bekasi Barat. Dan di situlah peristiwa itu terjadi.

Tidak fokus, atau mengantuk, atau ada hal pengalih perhatian, saya tidak melihat dari kejauhan ada truk pembawa keramik di jalanan di depan saya. Dalam waktu sepersekian detik, saya hanya bisa ingat bahwa saya menoleh ke arah kiri, saya reflek menginjak rem (mobil matic) dan saya pun menabrak truk yang berjalan di kanan dengan kecepatan rendah.

Beberapa detik kemudian, saya ingat dashboard dan stir menjepit paha saya. Teriakan “tolong” adalah hal pertama yang saya ucapkan. Di hati terbersit syukur karena saya masih hidup. Wait! Something wrong dengan paha kanan saya. Saya pun tahu bahwa ada dislokasi atau ada patah.

Satu orang Bapak menggunting seat belt saya dan bertanya apakah kursi mobil masih bisa dimundurkan. Saya mundurkan sebisanya dan saya rebahkan kursi sebisanya. Stir masih menjepit saya! Bapak tersebut mencari besi pengungkit dan mengangkat dashboard dan stir yang menjepit. Berhasil! Saya ditarik ke belakang dan langsung dilarikan ke RS Mitra Bekasi Barat dengan ambulan yang entah dari mana. Saya pun kembali bersyukur.

13 Mei 2015
UGD RS. Dini hari.
Alhamdulillah lagi bahwa dompet masih menempel di tubuh saya sehingga pihak RS tidak kesulitan identifikasi nama saya. Saya ingat telpon ayah saya dan menyampaikan nomor telepon tsb pada suster yang bertugas. Dari ayah langsung dikabari pada istri.

Histeris, tentu. Tapi itu adalah fakta, bahwa saya mengalami kecelakaan mobil.

Istri mengabari pihak kantor, beberapa teman kantor datang dan menemani istri di UGD. Alhamdulillah lagi saya memiliki teman – teman kantor yang baik. Karena sudah ada pihak keluarga, proses di UGD berjalan lancar : CT scan, cek darah, tekanan darah, dll mengambil kesimpulan tulang paha femur dan tulang di bawah tempurung lutut mengalami patah (dalam). Karena kondisi saya cenderung stabil dan sadar, saya dipindahkan ke kamar perawatan untuk menunggu tindakan operasi di hari yang ama pukul 18.00.

Ruang perawatan. Pagi dan siang.
Rekan kantor mulai berdatangan dan memberikan support. Alhamdulillah. HRD, line manager, dan rekan lainnya sangat supportif dalam masa masa tsb.

Karena khawatir pengambilan tindakan operasi terlalu lama, istri dan teman kantor alternatif untuk cek ke RS siloam. Namun, setelah diskusi dengan suster kepala di lantai tersebut, tindakan operasi dapat dimajukan pukul 14.00 karena ada pembatalan 1 operasi.

Pukul 14.00 – 19.30 adalah waktu dimana tindakan operasi dan observasi paska operasi dilakukan. Setelah operasi saya baru mengetahui bahwa patah yang saya alami cukup serius, sehingga pen di tulang paha membutuhkan 10 baut, dan pen di bawah tempurung lutut membutuhkan 6 baut. Well.. I am Iron Man now.

14 Mei 2015.
1 hari paska operasi adalah masa adaptasi yang cukup menantang. Pusing, mual dan susah poop adalah hal hal yang dirasakan. Hal ini belum lagi ditambah dengan obat analgesik yang membuat ngilu sampai ke tulang tangan ketika diinjeksikan ke dalam tubuh.

Sahabat, tetangga, dan teman kantor berdatangan untuk memberikan support. Alhamdulillah masih diberikan lingkungan positif dalam menghadapi masa masa sulit ini.

16 Mei 2015.
Fisioterapis mulai datang untuk memperkenalkan kruk (tongkat), setting kruk, dan belajar duduk. Ya duduk. Paska operasi dan mengalami trauma, duduk adalah salah satu hal yang perlu diadaptasikan kembali.

18 Mei 2015.
Dokter datang dan memaksa saya duduk dengan kaki digantung. Hal tersebut luar biasa. Dimana menggantung kaki yang dioperasi dan masih bengkak adalah hal yang sulit dilakukan. Dokter pun menitip pesan bahwa kaki harus sering digerakkan agar peredaran darah lancar.

19 Mei 2015.
Kateter dan drain darah belum dilepas. Buangan drain darah masih di atas 60 ml. Jika sudah di bawah 30 ml, drain sudah dapat dilepas.

Fisioterapis datang dan saya diajarkan berdiri di samping tempat tidur. Percayalah, tidak mudah.

20 Mei 2015.
Kateter dilepas.
Drain darah dilepas.
Infus dilepas.
Namun pagi itu, saya dimarahi dokter karena masih takut bahwa kaki belum berani digerakkan. Padahal menggerakkan kaki adalah keharusan.

21 Mei 2015 dan 22 Mei 2015
Dokter datang membawa kabar gembira : saya diperbolehkan pulang. Waw! Tapi saya belum mahir dalam penggunaan kruk dan ada beberapa pertanyaan yang harus saya tanyakan pada fisioterapis. Saya pun memutuskan untuk pulang keesokan harinya, dan saya list dahulu pertanyaan untuk fisioterapis. Berikut list pertanyaan dan jawaban dari fisioterapis :
1. Cara bangun dari duduk sendiri. J: Masih dibantu.
2. Cara duduk dari berdiri sendiri. J: Karena utk naik kursi roda. Mepet dulu, pastikan duduk.. Lepas tongkat kiri. Tongkat kanan megang sebagai tumpuan.
3. Cara naik turun tangga. J: Turun tongkat dl. Naik kaki dulu.
4. Posisi kaki ketika duduk. J: Tekuk sebisanya jgn tumpu.
5. Terapi sendiri. J: Engkel dan lutut. Gimana caranya. Tenaga utk kaki. Engkel tarik tarik. Lutut gantung kaki. Tengkurep atas bawah.
6. Jadwal terapi menurut fisioterapis. J: Karena dari dokter tidak ada jadwal. Tiap hari jam 8 sampai 2. Bebas. Bisa seminggu 2x bisa 1x. Biaya : 110 latihan saja. 2 alat jadi total 260an
2x seminggu bisa. Ga ada spesifik paket
7. Cara di toilet duduk. J: Sama seperti mau duduk. Kurang tinggi harus diganjal.
8. Posisi tidur yg bener. J: Bebas. Mau miring kiri boleh, diganjal pakai guling
9. Waktu jalan pake tongkat apa aja yg boleh dan engga. J: Ketika jalan. Boleh semua. Kalau cape tarok kaki boleh. Tp tidak numpu
Note : lancarkan pakai kruk dahulu.

Saat pulang, saya dibantu jemput oleh teman istri. Naik mobil pun saya browsing youtube dahulu, dan didapatkan kesimpulan bahwa untuk naik mobil sama dengan posisi ketika hendak duduk. Namun, dengan beberapa catatan :
A. Kaki boleh lurus, alias duduk selonjoran, jika memang belum bisa menekuk kaki
B. Saat masuk ke dalam mobil, jadikan badan mobil sebagai tumpuan. Menumpu pada pintu mobil dapat mengakibatkan cedera karena pintu mobil dapat bergeser ketika ditumpu.
C. Jika duduk di depan, pastikan kaki bisa menekuk, agak rebahkan kursi, dan seatbelt dipasang.
D. Untuk turun mobil, vice versa dengan step di atas.

Then here we go. Going home.

23 Mei 2015.
Hari pertama di rumah adalah hari adaptasi. Beberapa hal yang dirasakan mengganggu antara lain : posisi tempat tidur kurang pas untuk latihan menggantung kaki, kebutuhan mandi harus disiasati karena lantai kamar mandi terasa licin, kebutuhan poop dan kencing pun harus disiasati, dan keringat dari perban sangat perih jika kena luka bekas jahitan operasi. Oleh karena itu yang dilakukan antara lain : menyewa ranjang pasien yang dapat dinaikturunkan sehingga latihan menggantung kaki dapat berlangsung optimal, kebutuhan mandi disiasati dengan mandi di lap dan keramas di depan kamar mandi, kebutuhan poop disiasati dengan membeli komod chair-tempat wc duduk dengan ember di bawahnya yang dapat dibuka tutup dan dipindahkan, kebutuhan kencing disiasati dengan membeli pispot, masalah keringat di perban adalah masalah utama, dimana saya harus berada di ruangan ber AC jika ingin meminimalisir keringat. Penggunaan kipas angin tidak efektif untuk saya.

29 Mei 2015.
Beberapa hal lainnya yang perly diperhatikan ketika berada di rumah :
Sadarilah bahwa Anda akan bersifat sangat “manja”. Pertegas hal tersebut dengan keluarga agar segala sesuatu berjalan dengan tanpa sungkan.
Kruk bukanlah alat dewa. Percikan air di lantai, karpet yang tidak ajeg pada tempatnya, adalah beberapa musuh utama kruk.
Keseimbangan adalah hal utama dalam penggunaan kruk. Saya sendiri pernah hampir jatuh pada saat hendak memakai sendal. Kaki yang patah pun secara reflek menumpu badan yang hampir jatuh sebelum akhirnya saya ditopang oleh ART. Menumpu badan adalah salah satu hal yang diharamkan untuk pengguna pen, di awal masa recovery pengguna. Karena dengan menumpu badan, pen yang dipasang dapat berubah menjadi bengkok bahkan baut pen dapat terlepas. Browsing sana sini, saya simpulkan langkah pertama adalah konsultasi dengan dokter, dan jika diperlukan rontgen (x-ray) agar lebih pasti.

Hasil konsultasi dokter:
1. Jika Anda tidak merasakan sakit pada area pemasangan pen, termasuk tidak sakit saat kaki menekuk, maka Anda pen Anda aman.
2. Mengapa menumpu dapat membuat pen bengkok, adalah karena pen bersifat “meluruskan” tulang yang patah. Hal utama yang diharapkan adalah tulang sudah “menyambung” dan tulang sudah kuat untuk dapat mulai menumpu badan (tahapan recovery patah tulang : kaki tidak menumpu – kaki menumpu sebagian – kaki menumpu sepenuhnya – lepas kruk – jalan seperti biasa).
Tulang mulai tumbuh kembali pada usia dewasa adalah setelah 2 bulan paska tulang “diluruskan” oleh pen. Oleh karena itu, makanan dan supplemen yang mengandung kalsium sangat dianjurkan dalam proses 2 bulan ini. Berjemur di bawah sinar matahari juga dianjurkan.
Fisioterapi selama tulang belum tumbuh tidak dianjurkan, karena desakan mekanik paksa dari luar, walaupun aman, dapat menyebabkan pergeseran yang tidak diketahui. Lebih utama dengan latihan sendiri: gantung kaki, gerakkan depan belakang, naik turunkan angkle yang kaku. Jika terasa sakit, stop. Itu adalah indikasi bahwa kemampuan maksimal Anda dengan kondisi saat ini. Jangan dipaksakan, karena kembali pada alasan bahwa desakan mekanik paksa dapat menyebabkan pergeseran yang tidak diketahui.
3. Karena ingin lebih pasti, silahkan Anda rontgen – jika Anda mau. Saya pun rontgen, dan hasilnya bagus. Pen dan baut tidak mengalami pergeseran. Alhamdulillah.
4. Kurangi mobilitas yang tidak perlu, sebari memperlancar diri dalam menggunakan kruk dan melatih keseimbangan.

Thanks a lot pada dr. Tito (dokter utama yang melakukan tindakan operasi) dan dr  Sumono (dokter additional konsultasi). Keduanya adalah dokter spesialis Ortopedi di RS Mitra Bekasi Barat.

(bersambung)

Fakta Rubi Rubiandini (post dari blog teman)

Posted in Uncategorized by devanalferi on August 20, 2013

Fakta Rudi Rubiandini

Posted on August 19, 2013 by Aryansah
Sudah lama gak nulis di Blog.. maapkan yah.. hehehe..
 
akhir2 ini panas hati dan kuping karena ada kasus (yang katanya) korupsi yang menimpa salah satu dosen di kampus saya dulu. Berita2 di koran dan TV selalu mengabarkan berita negatifnya. Toh, pemberitaan sekarang pun sudah tidak ada objektif2 nya.. boleh dong saya memposting hal yang subjektif pun.. sebagai counter dari pemberitaan di media massa yang tidak berimbang.. berikut tulisannya, dikutip dari milis sebelah.
 
===================================================================
 
By Dina Silvi Noviana

cuma ikut menanggapi sebentar mengenai kasus Rudi Rubiandini (kepala SKKMigas yang baru tertangkap kpk),

sy sbgai mahasiswa beliau sangat tidak percaya kalo beliau kena kasus,
 
Mungkin sekedar sharing fakta yg kami liat dari mas Rudi (di TM manggil dosennya mas),
Beliau menjadi ketua tim penanggulangan Lumpur Lapindo saat si lumpur baru keluar, beliau memang jagonya disitu, secara teknis siapa sih yg ga pengen memberhentikan lumpur yg mjd bncana bnyk org? tp beliau mundur di tengah jalan, kenapa? krn ‘si toko roti’ pny bnyk backingan para penguasa, menggencet dari sana sini trmasuk rektor kita saat itu untuk ketok palu bhwa itu bencana alam yg imbasnya ke siapa yg bertanggungjawab ganti rugi nantinya (pemerintah ato pure si perusahaan), beliau cerita saat di kelas.. bahkan mas Rudi waktu kuliah bilang, nanti kalo ada kabar saya tertembak mati ato apapun jangan kaget ya… Dan sering mas Rudi diwanti-wanti untuk jangan memakan selain yg dimakan org2 di sebelahnya atau langsung pulang saja kalo diundang forum lapindo, ga usah makan (takut dikasih racun arsenik ato semacamnya)
 
Kasus lapindo sendiri pernah didiskusikan di forum internasional yg saat itu ada beberapa wakil indonesia termasuk mas Rudi, semua sepakat bahwa bncana itu adalah human error (kalopun disitu adl mud volcano, knp dia ngebor disitu? kalo dibilang udh terlanjur, pasti ada cara teknis utk menanganinya ato knpa ga ditutup aja sumurnya?) bkn bencana alam kecuali 3 ato 4 org (org2 ini masih terkait dgn perusahaan lapindo). Tapi bbrpa saat kemudian, skitar 2pekan kalo ga salah, pengadilan indonesia ketok palu itu adl bencana alam…why? u know lah ujungnya kemana.
 
Posisi mas Rudi skrg adl kpla skmigas, yg notabene penentu siapa yg harus pegang lapangan mana. Di awal ms jabatan bliau ingin memberantas korupsi di migas kan ya, dan dennger2 beberapa saat lalu mas Rudi ke kpk utk membuat MoU mengenai kkn di migas.
Tapi aneh bin ajaib, kpk yg biasanya sblm nangkap org menyadap telepon si terduga dan tindak2 ala detektif lainnya, tp dalam kasus ini tidak ada cerita itu, tiba-tiba datang nangkap ke rumah dan tertangkap tangan ada duit sekian M, seolah dia tahu kalo hari itu ada transaksi, dan prosesnya sangat kilat hari ini ditangkap besoknya langsung jd trsangka, trus langsung dipecat ama presiden, why?
emangnya sebegitu seramkah kebijakannya mas Rudi utk para mafia2 itu?
 
Mengenai motor itu, setauku beliau emang punya sejak mnjabat di LAPI lama seblum masuk jd tim ahli bpmigas. Bliau org proyek, ya tak heran kalo duitnya bnyak, gajinya bisa sekian M sebulan, trus masak tergiur hanya dengan 7M? cuma dapat 1rumah/apartemen doank llho itu. Bandingkan dgn kkn simulator sim, dia beli rumah sekian bny, mobilnya jg.
 
Mas Rudi sendiri jg tdk memboyong keluarganya ke jkt, mgkn krn takut membahayakn keluarganya…just in case like this. Dari milis alumni sendiri bahkan ada yg samapai nulis, mas Rudi punya data Lapindo dll, tlg ingatkan beliau utk mengamankan file tersebut, bisa jadi KPK hnya sebagai pintu masuk untuk mengubur data-data itu.
 
Oiya mengenai Mahfud, kalo ga slh dia memang musuh mas Rudi sejak kaasus lapindo duluIni spekulasi yg saya buat dengan melihat fakta yg saya liat dengan mata kepala sendiri terhadap mas Rudi…Jangan sampe hilang lagi org yg pengen ngajak migas indonesia maju dan memakmurkan indonesia dengan ilmu SDM nya dan SDA nya…Sudah hilang satu mas Widjajanto (wamen ESDM sblm mas Rudi)
 
Smg mas Rudi juga dlm kebenaran dan dikuatkan, sehingga tdk ada lg mafia migas makmur rakyat kita, Allah ga tidur kok Dia menjanjikan akan menguatkan yg benar dan melenyapkan yg bathil.
Sekian spekulasi dari saya, smga kita tdk terbodohkan oleh media dan menutup mata dari fakta-fakta yg kadang bertentangan dengan apa yang disebutkan media.. (silakan di share jika mau)
 
Dina.

target(s)

Posted in Uncategorized by devanalferi on May 19, 2011

Ada satu hal yg saya lewatkan ketika sy mulai terjun ke dunia ini: targetan. Pada biasanya, dlm menjalankan sebuah amanah, sy langsung akan set target2an sy utk masa kepengurusan sy. Saya terlalu terlena utk hanya fokus pada kelulusan saya. Padahal ada yg lbh penting: sebelum saya resign, sy ingin meraih apa di sini?!!! Itu yg terpenting.

Itu dia. Itu poinnya. Once sy sudah set target, saya dapat terus berjuang utk meraih hal2 lainnya.

Itu dia: target.
Best sales achievement
Best tss
Best brand
Siiilver bronze, spririt team awards, dll.. Saya harus bisa.

TARGET! That’s it!!

Muncul Tiba-Tiba dari Saran Seorang Kakak

Posted in Uncategorized by devanalferi on October 14, 2010

Saya baru mendapatkan saran luar bisa dari seorang Bapak (Kakak atau Om? hehe..) Dedy A. Alumnus Fa ’90. Beliau sekarang berkarya di Enseval–sebuah PBF yang dimiliki oleh Kalbe Farma (CMIIW) sebagai General Sales Manager. Bagi saya, ini merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa karena saya dapat berinteraksi dengan beliau ketika acara temu alumni Fa 90, pada Sabtu lalu.

Singkat kata, saya meminta saran mengenai jalur dunia kerja yang akan saya tempuh nantinya. Beliau tentunya memberikan beberapa saran yang bermutu. Saran-saran ini bagi saya menarik, menantang, dan saya menyukai pola pikir beliau yang tentunya sudah ditempa oleh bertahun-tahun di realita dunia kerja. Singkat kata (yang kedua) saya mengemail kembali dan mengirimkan CV saya. Email balasan dari beliau lah bagi saya yang luar biasa. Beliau memberikan pandangan mengenai ITB. Pandangan ini -lah yang saya lupakan ketika saya sudah berada di dunia paska kampus ini.

Saran beliau (tidak dicomot langsung, sudah saya olah dulu di otak saya) adalah
Saat nanti keluar dari ITB, jangan pernah menunjukkan ke-ITB-an mu. ITB sekarang ini sudah bukan lagi mahasuper seperti jaman dahulu.

Tunjukkan prestasimu, bukan ke-ITB-anmu. Anak ITB itu biasanya sombong, arogan, dan tidak dapat bekerjasama dalam tim. Sekali lagi, prestasi yang ditonjolkan di dunia kerja. Jika ditanya, sekolah dimana dulu? jawab saja: saya dari Bandung. Biarkan mereka yang bertanya yang malah bertanya2 dalam hatinya: ITB? Unpad? Unpar?

Selamat merasakan dunia kerja.

Dari saran ini, saya berpikir: Kenapa dulu ketika saya menjadi Ketua Bidang Eksternal, tidak ada program dari divisi IA yang seperti ini. Program dimana seorang Kakak dimintai pendapat, atau petuah, atau wejangan atau cerita mereka di dunia paska kampus. Siapapun yang mau. Sudah terbayang? Aplikasinya bisa berupa program Mentorship, jadi dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan minat paska kampus, atau random sama sekali. Alumni A dimintai ceritanya mengenai pengalaman kerjanya. Alumni B juga, dan seterusnya.

Kendala utama dari Mentorship tentunya kesulitan bagi rekan-rekan yang belum mengetahui, paska kampus mereka akan kemana. Sementara jika random tentunya akan memiliki kebalikan dari kendala Mentorship itu. Tentunya kendalanya, bagaimana bisa selama 1 tahun kepengurusan itu berhasil mencakup segala bidang paska kampus? susah kan? mengenai ini saya kembalikan pada temen2.

Nah, dahulu sempet ada ya @cityca? tapi dulu kita taruh di buletin dimana tidak semua orang membaca, dan dulu terkendala di masalah wawancara aka harus tatap muka dengan alumnusnya. Sekarang, usul saya adalah kita manfaatkan media Facebook dan Twitter. Tidak usah tatap muka. Jadi semacam mereka bercerita via notes yang mereka buat. Notes ini bisa mereka buat sendiri, bisa mereka comot dari blog yang mereka punya, dsb. Notes Facebook bisa di tag untuk beberapa orang. Tugas divisi IA adalah memastikan seluruh angkatan (atau mau difokuskan pada Mahasiswa Tingkat 4 dan Apoteker saja yang mau terkait paska kampus?terserah teman-teman) dapat ditag pada notes ini dan mencari alumnus dari angkatan awal Farmasi yang mau share sama adik-adiknya. Permasalahan kira-kira akan dibaca atau tidak oleh massa himpunan mah dikembalikan lagi pada teman-teman himpunan. Saya percaya notes dari praktisi selalu menarik untuk dibaca, dicermati, dan dikritisi. Atau bahkan bisa juga aplikasinya berupa alumnus mem-post foto mengenai realita paska kampus. Pasti menarik! Twitter pun sama..bisa media link ke FB kalo notes..atau kalo foto bisa via Plixi..yeappi!

Begitulah..tiba-tiba ide ini terpikir begitu saja. Maaf jika kurang berkenan. Post ini mulai dari paragraf 2 ditulis dengan gaya ngomong saya..bukan gaya menulis saya..Maaf jadi berantakan. 🙂

Tag post ini untuk @cityca @aaaaustin dan @calon-calon Ketum: Dzikra, Hubbi, dan Asyhar. Silahkan, HMF milik kalian juga, silahkan dilihat lagi ide ini, feasibilitas dan aplikasinya. Saya hanya tiba-tiba terpikir memanfaatkan media Social Networking yang kebetulan lagi booming dan didukung menjamurnya BB. Ini bagian dari tanggung jawab sosial saya karena pernah menjadi Kabid Eksternal. YNWA!

dream and istikharah

Posted in Uncategorized by devanalferi on September 18, 2010

I had this strange dreams.
I faced two ways in my path. I saw the first one. It’s stairs..no way up.just down.
The second one: rough and dusty with red soil on it.

then I seek more carefully on the first way: Well I see a snake on the stair.
So, I chose the second way to continue my journey.. Guess what?! More and more snakes presented there! Cause there’s no turned back, I must continue my journey by this second way. What’s next? I don’t know.. The next thing I know, I got text from my lecturer to do something on my milis..and I woke up. Sighss..

What’s this?? Gua punya 2 jalan depan gua..kalau memang ini jwbn doa dr Nya, berarti jalan manapun akan sukar utk saya lalui..tapi pertanyaannya jalan mana yang terlihat sukar, banyak ularnya pula???yang mana? Yg mana yang ada tangga, tp juga ada ular?

Teori Mudik Versi Devan

Posted in Uncategorized by devanalferi on September 12, 2010

ni adalah ketiga kalinya dlam minggu ini sy bolak balik cipularang. Ada beberapa keperluan..dan latihan jd org marketing lah ya..hehe..untuk yg ketiga kalinya ini, saya sendirian.

I hate to be alone.
Sprtnya ketunggalan status saya sebagai anak, menjadikan saya tidak suka ketika saya harus sendirian. Saya senang saat teman2 terdekat dan/atau Liza berada d dekat saya. Pantas saja, nenek…yg sudah bbrp tahun lalu sndirian selalu menangis. Mungkin merasa kesepian..

Pernah liat adzan di salah satu stasiun swasta? Di sana diperlihatkan seorang kakek yg sndirian…sudah tua, istri sudah meninggal dan pada saat Iedul Fitri, anak dan keluarganya datang! Dia merasa bahagia…
Yap,mungkin itu jg inti dari mudik. Yg bagi sebgian orang: “idih,cuma negara kita yg spertinya ada budaya mudik..negara lain ga ada”
Itu menariknya silaturahmi negara ini…drpada spt film2 barat yang kadang baru puluhan tahun kemudian bertemu org tuanya..

Selamat mudik dan silaturahmi teman – teman!

*ditulis di atas bus Primajasa yang sedang meluncur di tol Cipularang

penantian

Posted in Uncategorized by devanalferi on August 7, 2010

penantian itu emang tidak menyenangkan…
makin hari makin kepikiran..
makin hari makin tau kesalahan.

Tuhan udah menetapkan takdir ku di depan sana..karena sudah ga bisa ngapa-ngapain lagi saat ini.

so, just pray, pray, and pray..
Please GOD, lulus!

Seminar C-AFTA alias Seminar ACTFA

Posted in Uncategorized by devanalferi on March 12, 2010

Syamsul Hadi, PhD.
Aviliani
Departemen Perindustrian Jawa Barat

Ketiga orang ini membahas mengenai kesiapan Indonesia dalam menghadapi China dalam C-AFTA. China ASEAN Free Trade Agreement. Mendengar namanya saja sudah ngeri. China adalah salah satu negara yang membuat ketar ketir perekonomian Amerika saat Amerika dilanda krisis seperti sekarang. China merupakan negara yang membuat Barrack Obama harus mereview dan mengubah kebijakan ekonomi negara Amerika yang sudah sedemikian establishnya.

Dalam pembahasan mengenai C-AFTA ini, Syamsul Hadi dan Aviliani sepakat, bahwa Indonesia dirasakan persiapannya sangat kurang di saat perjalanan C-AFTA ini sudah berlangsung selama 2 bulan! (apakah kalian sudah sadar bahwa C-AFTA ini sudah berjalan?..jujur saja..saya tidak!). Ada poin menarik yang dilontarkan dalam sebuah paket seminar ini. Sebuah artikel mengatakan bahwa mahasiswa yang mendemo Boediono itu lucu! Kenapa? Karena mereka teriak Boediono adalah Neolib, sementara mereka tidak sadar ada C-AFTA yang jauh lebih Neolib dibandingkan dengan menunjuk satu individu untuk disalahkan. Tidak logis. Hahaa..

Anyway, intinya apa yang disampaikan dalam seminar ini sudah pernah saya dapatkan 4 tahun yang lalu (bayangkan! 4 tahun yang lalu!! Dan saya masih tidak berpikir panjang waktu contreng Presiden RI kemarin..astaghfirullah..). Intinya, negara ini tidak fokus. Bahkan, untuk fokus ke bidang “something”, pemimpin dan think tank-er (think tank adalah sebuah pemikiran hebat yang Great, Magnificent, dan Substansial) tidak pernah terbentuk semenjak dahulu. Untuk fokus ke bidang “something” itu, seorang Dewan Pembina PPSDMS pernah mengatakan, jawabannya hanya dua: Geopolitik, dan Geoekonomi. Titik. Selesai perkara. Ibu Avi, mengatakan ada dua hal yang utama (yang saya tangkap dari Geopolitik dan Geoekonomi juga), yaitu Indonesia sebagai negara maritim dan Indonesia sebagai negara perkebunan dan pertanian. Lantas, sudahkan Indonesia fokus pada kedua hal ini? Belum..tidak bahkan. Alm. Soeharto memang melakukan kesalahan dengan membangun arahan pembangunan menuju industrialisasi, namun paling tidak, beliau berhasil membangun mind set arah pembangunan yang jelas.

Saya sangat ingat, di rezim beliau pulalah Arsitektur, Teknik Sipil, dan Planologi berkembang pesat. Mengapa? Karena isu yang beliau bangun jelas: Indonesia Membangun! Saat ini? Belum jelas. Walau BAPPENAS telah menetapkan target – target selama 10, 20, 30 tahun ke depan, ditambah dengan MDP (Millenium Development Goals) belum membumi. Karena isinya adalah “keinginan masing – masing departemen pemerintahan”, bukan suatu target jelas, dan kemudian masing – masing departemen itu menuju arah yang sama. Sebagai contoh nyata, saat Presiden kita bilang: per 2012, Indonesia adalah negara pencuri! Maka sangat gampang bagi rakyatnya untuk memilih pekerjaan apa untuk mendukung visi pemerintah ini. Tentunya visi ini sudah dipilih berdasarkan tadi: Geopolitik dan Geoekonomi.

Amerika Serikat dilanda krisis saat ini. Dan tau apa yang dilakukan oleh Amerika (terutama Obama)?? Memberlakukan sistem proteksi ekonomi dalam negeri, terutama untuk produk – produk dari China. Sistem ekonomi perdagangan bebas direduksi dengan tujuan yang satu: Keamanan Nasional dalam negeri. Bahkan Amerika mereview 7 dari 11 perjanjian perdagangan bebasnya. Perdagangan bebas? Keuntungan bagi semua orang? Think again..

Dengan adanya sistem Free Trade ini siapa yang diuntungkan? Malaysia, Singapura, dan China. Mengapa? Karena mereka harus ekspansi pasar, mengingat mereka terbatas dalam hal jumlah penduduk. Dengan sistem perdagangan bebas yang sangat menguntungkan mereka untuk ekspansi, tentunya negara Indonesia ini adalah sasaran empuk. Terlebih China. Produk – produk murah yang ditawarkan akan menjadi salah satu kerugian bagi negara kita. Negara kita yang merupakan negara miskin tentunya secara logika akan memilih produk murah. Negara ini belum sejahtera tentunya. 

Perdagangan bebas itu pilihan. Jika belum siap, mengapa harus segera membuka? Mengapa tidak menciptakan terlebih dahulu perdangan antar pulau?? Mengapa negara kita tidak bisa seperti Amerika yang mereview perjanjian perdagangan bebasnya? Mengapa negara kita tidak bisa memproteksi UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung negara kita dengan Proteksi ala Amerika terhadap China.
Daya saing.
Itu jawabannya.
Jika saya rangkum dalam sebuah gambar, maka akan seperti ini: (ini murni dari pemikiran sendiri).

Daya saing akan terbentuk saat kita punya fokus akan apa, dan saat kebutuhan utama dalam negeri terpenuhi: ketahanan pangan dan kecukupan energi. Semuanya menjadi saling terkait untuk menjawab satu hal: VISI NEGARA yang jelas, clear, dengan target – target yang pasti. Saat itu kita bisa mengatakan bahwa perdagangan bebas merupakan kebutuhan kita, sebagai satu negara yang dapat bersaing..bukan sebagai negara yang diajajah..Karena jika tidak, Soekarno pernah bilang: Negara Kuli, dan Kuli di Negara sendiri.

Terakhir, Pak Syamsul Hadi mengatakan bahwa negara ini banyak pemimpin, tapi kurang sekali kepemimpinan. Mahatir Mohammad, pemimpin negara Malaysia yang terpengaruh oleh Soekarno melakukan hal yang seharusnya pemimpin lakukan dalam menyusun VISI negaranya: Turun sendiri, bekerja keras, dan Keteladanan.

Negara kita memang harus punya harga diri, kemandirian, dan konsistensi nasionalisme.
Sekian..mohon maaf bila ada kekeliruan.
Hormat saya, Devandra Alferi.

The Suggestive Five Minutes, Its Implementation, and Kanban

Posted in Uncategorized by devanalferi on March 7, 2010

Apa teman teman pernah mendengar bahwa ketika kita sedang malas melakukan sesuatu, coba lakukan dulu kegiatan tersebut selama “5 menit”. Yakinkan diri kita “ayoo..Cuma 5 menit kooo..” Niscaya kita akan melakukannya, karena telah tersugesti “hanya 5 menit”. Namun, biasanya setelah 5 menit itu terlampaui kita akan keterusan dengan pekerjaan kita itu.

and

Trust me, it works..

Hehe..

Bagi saya, banyak “5 menit – 5 menit” lainnya. “5 menit” intinya merupakan kegiatan sugestif pada pikiran kita agar semangat untuk melakukan kegiatan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, hal yang saya lakukan untuk menghadapi 1 semester (6 bulan) ke depan adalah dengan memperbaharui binder saya dan dipasangi tulisan: “BIG PROJECT : UJIAN APOTEKER 2010”, tulisan mata kuliah – mata kuliah yang akan saya hadapi, dan tentunya tulisan “Devandra Alferi, 907 09 022”.

Dengan memperbaharui binder, saya harap saya akan merasa terpacu untuk melakukan kegiatan selama 6 bulan ke depan..dengan agenda utama itu tadi  Ujian Apoteker..Ujian farmasi tergila satu Indonesia katanya. *Hadapi semua dengan senyuman..senyuman pait tapi ya?. Hihi..

Selain itu, karena dalam KP kemarin saya diamanahi tugas yang nonfarmasi, yaitu Lean Manufacturing, saya coba menerapkan kecil – kecilan di binder yang telah diperbaharui itu: sistem Kanban. Kanban secara harfiah merupakan “sinyal”. Dalam penerapannya di lean manufacturing, Kanban berperan sebagai sinyal bagi seseorang / bagi sebuah sistem untuk menambah stok atau mengisi kekosongan yang ada. Sebagai contoh sederhana – dan lean terinspirasi dari hal ini – adalah sistem stok di lemari supermarket. Saat mencapai suatu titik tertentu, karyawan supermarket akan mengisi kembali stok sebuah barang sampai penuh kembali.

Lantas bagaimana penerapannya dalam binder saya? Saya menerapkannya pada pemakaian kertas binder. Di suatu kertas binder urutan kesekian (mendekati habis), saya memberi tanda pada kertas tersebut berupa kertas tempel berwarna pink. Jadi, saat saya melihat bahwa kertas pink ini sudah terlihat, berarti sudah saatnya saya menambah stok kertas binder di dalam binder saya. Sehingga, tidak akan pernah ada kekurangan dalam binder saya tersebut. Tidak perlu lagi minta – minta ke teman, tidak perlu lagi ketinggalan ilmu dosen yang berharga. Sederhana, tapi saya merasa sedikit bangga bisa mendapatkan ilmu yang begitu berharga dari tempat KP…

Anyway, saya memang tertarik pada manajemen, marketing, dan entepreneurship.. 😀 Dan semoga “5 menit” yang saya lakukan dapat menjadi pemacu dan pemicu kegiatan saya selama 6 bulan ke depan.

Amiin.