target(s)
Ada satu hal yg saya lewatkan ketika sy mulai terjun ke dunia ini: targetan. Pada biasanya, dlm menjalankan sebuah amanah, sy langsung akan set target2an sy utk masa kepengurusan sy. Saya terlalu terlena utk hanya fokus pada kelulusan saya. Padahal ada yg lbh penting: sebelum saya resign, sy ingin meraih apa di sini?!!! Itu yg terpenting.
Itu dia. Itu poinnya. Once sy sudah set target, saya dapat terus berjuang utk meraih hal2 lainnya.
Itu dia: target.
Best sales achievement
Best tss
Best brand
Siiilver bronze, spririt team awards, dll.. Saya harus bisa.
TARGET! That’s it!!
Muncul Tiba-Tiba dari Saran Seorang Kakak
Saya baru mendapatkan saran luar bisa dari seorang Bapak (Kakak atau Om? hehe..) Dedy A. Alumnus Fa ’90. Beliau sekarang berkarya di Enseval–sebuah PBF yang dimiliki oleh Kalbe Farma (CMIIW) sebagai General Sales Manager. Bagi saya, ini merupakan sebuah kesempatan yang luar biasa karena saya dapat berinteraksi dengan beliau ketika acara temu alumni Fa 90, pada Sabtu lalu.
Singkat kata, saya meminta saran mengenai jalur dunia kerja yang akan saya tempuh nantinya. Beliau tentunya memberikan beberapa saran yang bermutu. Saran-saran ini bagi saya menarik, menantang, dan saya menyukai pola pikir beliau yang tentunya sudah ditempa oleh bertahun-tahun di realita dunia kerja. Singkat kata (yang kedua) saya mengemail kembali dan mengirimkan CV saya. Email balasan dari beliau lah bagi saya yang luar biasa. Beliau memberikan pandangan mengenai ITB. Pandangan ini -lah yang saya lupakan ketika saya sudah berada di dunia paska kampus ini.
Saran beliau (tidak dicomot langsung, sudah saya olah dulu di otak saya) adalah
Saat nanti keluar dari ITB, jangan pernah menunjukkan ke-ITB-an mu. ITB sekarang ini sudah bukan lagi mahasuper seperti jaman dahulu.
Tunjukkan prestasimu, bukan ke-ITB-anmu. Anak ITB itu biasanya sombong, arogan, dan tidak dapat bekerjasama dalam tim. Sekali lagi, prestasi yang ditonjolkan di dunia kerja. Jika ditanya, sekolah dimana dulu? jawab saja: saya dari Bandung. Biarkan mereka yang bertanya yang malah bertanya2 dalam hatinya: ITB? Unpad? Unpar?
Selamat merasakan dunia kerja.
Dari saran ini, saya berpikir: Kenapa dulu ketika saya menjadi Ketua Bidang Eksternal, tidak ada program dari divisi IA yang seperti ini. Program dimana seorang Kakak dimintai pendapat, atau petuah, atau wejangan atau cerita mereka di dunia paska kampus. Siapapun yang mau. Sudah terbayang? Aplikasinya bisa berupa program Mentorship, jadi dibagi-bagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan minat paska kampus, atau random sama sekali. Alumni A dimintai ceritanya mengenai pengalaman kerjanya. Alumni B juga, dan seterusnya.
Kendala utama dari Mentorship tentunya kesulitan bagi rekan-rekan yang belum mengetahui, paska kampus mereka akan kemana. Sementara jika random tentunya akan memiliki kebalikan dari kendala Mentorship itu. Tentunya kendalanya, bagaimana bisa selama 1 tahun kepengurusan itu berhasil mencakup segala bidang paska kampus? susah kan? mengenai ini saya kembalikan pada temen2.
Nah, dahulu sempet ada ya @cityca? tapi dulu kita taruh di buletin dimana tidak semua orang membaca, dan dulu terkendala di masalah wawancara aka harus tatap muka dengan alumnusnya. Sekarang, usul saya adalah kita manfaatkan media Facebook dan Twitter. Tidak usah tatap muka. Jadi semacam mereka bercerita via notes yang mereka buat. Notes ini bisa mereka buat sendiri, bisa mereka comot dari blog yang mereka punya, dsb. Notes Facebook bisa di tag untuk beberapa orang. Tugas divisi IA adalah memastikan seluruh angkatan (atau mau difokuskan pada Mahasiswa Tingkat 4 dan Apoteker saja yang mau terkait paska kampus?terserah teman-teman) dapat ditag pada notes ini dan mencari alumnus dari angkatan awal Farmasi yang mau share sama adik-adiknya. Permasalahan kira-kira akan dibaca atau tidak oleh massa himpunan mah dikembalikan lagi pada teman-teman himpunan. Saya percaya notes dari praktisi selalu menarik untuk dibaca, dicermati, dan dikritisi. Atau bahkan bisa juga aplikasinya berupa alumnus mem-post foto mengenai realita paska kampus. Pasti menarik! Twitter pun sama..bisa media link ke FB kalo notes..atau kalo foto bisa via Plixi..yeappi!
Begitulah..tiba-tiba ide ini terpikir begitu saja. Maaf jika kurang berkenan. Post ini mulai dari paragraf 2 ditulis dengan gaya ngomong saya..bukan gaya menulis saya..Maaf jadi berantakan.
Tag post ini untuk @cityca @aaaaustin dan @calon-calon Ketum: Dzikra, Hubbi, dan Asyhar. Silahkan, HMF milik kalian juga, silahkan dilihat lagi ide ini, feasibilitas dan aplikasinya. Saya hanya tiba-tiba terpikir memanfaatkan media Social Networking yang kebetulan lagi booming dan didukung menjamurnya BB. Ini bagian dari tanggung jawab sosial saya karena pernah menjadi Kabid Eksternal. YNWA!
dream and istikharah
I had this strange dreams.
I faced two ways in my path. I saw the first one. It’s stairs..no way up.just down.
The second one: rough and dusty with red soil on it.
then I seek more carefully on the first way: Well I see a snake on the stair.
So, I chose the second way to continue my journey.. Guess what?! More and more snakes presented there! Cause there’s no turned back, I must continue my journey by this second way. What’s next? I don’t know.. The next thing I know, I got text from my lecturer to do something on my milis..and I woke up. Sighss..
What’s this?? Gua punya 2 jalan depan gua..kalau memang ini jwbn doa dr Nya, berarti jalan manapun akan sukar utk saya lalui..tapi pertanyaannya jalan mana yang terlihat sukar, banyak ularnya pula???yang mana? Yg mana yang ada tangga, tp juga ada ular?
Teori Mudik Versi Devan
ni adalah ketiga kalinya dlam minggu ini sy bolak balik cipularang. Ada beberapa keperluan..dan latihan jd org marketing lah ya..hehe..untuk yg ketiga kalinya ini, saya sendirian.
I hate to be alone.
Sprtnya ketunggalan status saya sebagai anak, menjadikan saya tidak suka ketika saya harus sendirian. Saya senang saat teman2 terdekat dan/atau Liza berada d dekat saya. Pantas saja, nenek…yg sudah bbrp tahun lalu sndirian selalu menangis. Mungkin merasa kesepian..
Pernah liat adzan di salah satu stasiun swasta? Di sana diperlihatkan seorang kakek yg sndirian…sudah tua, istri sudah meninggal dan pada saat Iedul Fitri, anak dan keluarganya datang! Dia merasa bahagia…
Yap,mungkin itu jg inti dari mudik. Yg bagi sebgian orang: “idih,cuma negara kita yg spertinya ada budaya mudik..negara lain ga ada”
Itu menariknya silaturahmi negara ini…drpada spt film2 barat yang kadang baru puluhan tahun kemudian bertemu org tuanya..
Selamat mudik dan silaturahmi teman – teman!
*ditulis di atas bus Primajasa yang sedang meluncur di tol Cipularang
penantian
penantian itu emang tidak menyenangkan…
makin hari makin kepikiran..
makin hari makin tau kesalahan.
Tuhan udah menetapkan takdir ku di depan sana..karena sudah ga bisa ngapa-ngapain lagi saat ini.
so, just pray, pray, and pray..
Please GOD, lulus!
Seminar C-AFTA alias Seminar ACTFA
Syamsul Hadi, PhD.
Aviliani
Departemen Perindustrian Jawa Barat
Ketiga orang ini membahas mengenai kesiapan Indonesia dalam menghadapi China dalam C-AFTA. China ASEAN Free Trade Agreement. Mendengar namanya saja sudah ngeri. China adalah salah satu negara yang membuat ketar ketir perekonomian Amerika saat Amerika dilanda krisis seperti sekarang. China merupakan negara yang membuat Barrack Obama harus mereview dan mengubah kebijakan ekonomi negara Amerika yang sudah sedemikian establishnya.
Dalam pembahasan mengenai C-AFTA ini, Syamsul Hadi dan Aviliani sepakat, bahwa Indonesia dirasakan persiapannya sangat kurang di saat perjalanan C-AFTA ini sudah berlangsung selama 2 bulan! (apakah kalian sudah sadar bahwa C-AFTA ini sudah berjalan?..jujur saja..saya tidak!). Ada poin menarik yang dilontarkan dalam sebuah paket seminar ini. Sebuah artikel mengatakan bahwa mahasiswa yang mendemo Boediono itu lucu! Kenapa? Karena mereka teriak Boediono adalah Neolib, sementara mereka tidak sadar ada C-AFTA yang jauh lebih Neolib dibandingkan dengan menunjuk satu individu untuk disalahkan. Tidak logis. Hahaa..
Anyway, intinya apa yang disampaikan dalam seminar ini sudah pernah saya dapatkan 4 tahun yang lalu (bayangkan! 4 tahun yang lalu!! Dan saya masih tidak berpikir panjang waktu contreng Presiden RI kemarin..astaghfirullah..). Intinya, negara ini tidak fokus. Bahkan, untuk fokus ke bidang “something”, pemimpin dan think tank-er (think tank adalah sebuah pemikiran hebat yang Great, Magnificent, dan Substansial) tidak pernah terbentuk semenjak dahulu. Untuk fokus ke bidang “something” itu, seorang Dewan Pembina PPSDMS pernah mengatakan, jawabannya hanya dua: Geopolitik, dan Geoekonomi. Titik. Selesai perkara. Ibu Avi, mengatakan ada dua hal yang utama (yang saya tangkap dari Geopolitik dan Geoekonomi juga), yaitu Indonesia sebagai negara maritim dan Indonesia sebagai negara perkebunan dan pertanian. Lantas, sudahkan Indonesia fokus pada kedua hal ini? Belum..tidak bahkan. Alm. Soeharto memang melakukan kesalahan dengan membangun arahan pembangunan menuju industrialisasi, namun paling tidak, beliau berhasil membangun mind set arah pembangunan yang jelas.
Saya sangat ingat, di rezim beliau pulalah Arsitektur, Teknik Sipil, dan Planologi berkembang pesat. Mengapa? Karena isu yang beliau bangun jelas: Indonesia Membangun! Saat ini? Belum jelas. Walau BAPPENAS telah menetapkan target – target selama 10, 20, 30 tahun ke depan, ditambah dengan MDP (Millenium Development Goals) belum membumi. Karena isinya adalah “keinginan masing – masing departemen pemerintahan”, bukan suatu target jelas, dan kemudian masing – masing departemen itu menuju arah yang sama. Sebagai contoh nyata, saat Presiden kita bilang: per 2012, Indonesia adalah negara pencuri! Maka sangat gampang bagi rakyatnya untuk memilih pekerjaan apa untuk mendukung visi pemerintah ini. Tentunya visi ini sudah dipilih berdasarkan tadi: Geopolitik dan Geoekonomi.
Amerika Serikat dilanda krisis saat ini. Dan tau apa yang dilakukan oleh Amerika (terutama Obama)?? Memberlakukan sistem proteksi ekonomi dalam negeri, terutama untuk produk – produk dari China. Sistem ekonomi perdagangan bebas direduksi dengan tujuan yang satu: Keamanan Nasional dalam negeri. Bahkan Amerika mereview 7 dari 11 perjanjian perdagangan bebasnya. Perdagangan bebas? Keuntungan bagi semua orang? Think again..
Dengan adanya sistem Free Trade ini siapa yang diuntungkan? Malaysia, Singapura, dan China. Mengapa? Karena mereka harus ekspansi pasar, mengingat mereka terbatas dalam hal jumlah penduduk. Dengan sistem perdagangan bebas yang sangat menguntungkan mereka untuk ekspansi, tentunya negara Indonesia ini adalah sasaran empuk. Terlebih China. Produk – produk murah yang ditawarkan akan menjadi salah satu kerugian bagi negara kita. Negara kita yang merupakan negara miskin tentunya secara logika akan memilih produk murah. Negara ini belum sejahtera tentunya.
Perdagangan bebas itu pilihan. Jika belum siap, mengapa harus segera membuka? Mengapa tidak menciptakan terlebih dahulu perdangan antar pulau?? Mengapa negara kita tidak bisa seperti Amerika yang mereview perjanjian perdagangan bebasnya? Mengapa negara kita tidak bisa memproteksi UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung negara kita dengan Proteksi ala Amerika terhadap China.
Daya saing.
Itu jawabannya.
Jika saya rangkum dalam sebuah gambar, maka akan seperti ini: (ini murni dari pemikiran sendiri).
Daya saing akan terbentuk saat kita punya fokus akan apa, dan saat kebutuhan utama dalam negeri terpenuhi: ketahanan pangan dan kecukupan energi. Semuanya menjadi saling terkait untuk menjawab satu hal: VISI NEGARA yang jelas, clear, dengan target – target yang pasti. Saat itu kita bisa mengatakan bahwa perdagangan bebas merupakan kebutuhan kita, sebagai satu negara yang dapat bersaing..bukan sebagai negara yang diajajah..Karena jika tidak, Soekarno pernah bilang: Negara Kuli, dan Kuli di Negara sendiri.
Terakhir, Pak Syamsul Hadi mengatakan bahwa negara ini banyak pemimpin, tapi kurang sekali kepemimpinan. Mahatir Mohammad, pemimpin negara Malaysia yang terpengaruh oleh Soekarno melakukan hal yang seharusnya pemimpin lakukan dalam menyusun VISI negaranya: Turun sendiri, bekerja keras, dan Keteladanan.
Negara kita memang harus punya harga diri, kemandirian, dan konsistensi nasionalisme.
Sekian..mohon maaf bila ada kekeliruan.
Hormat saya, Devandra Alferi.
The Suggestive Five Minutes, Its Implementation, and Kanban
Apa teman teman pernah mendengar bahwa ketika kita sedang malas melakukan sesuatu, coba lakukan dulu kegiatan tersebut selama “5 menit”. Yakinkan diri kita “ayoo..Cuma 5 menit kooo..” Niscaya kita akan melakukannya, karena telah tersugesti “hanya 5 menit”. Namun, biasanya setelah 5 menit itu terlampaui kita akan keterusan dengan pekerjaan kita itu.
and
Trust me, it works..
Hehe..
Bagi saya, banyak “5 menit – 5 menit” lainnya. “5 menit” intinya merupakan kegiatan sugestif pada pikiran kita agar semangat untuk melakukan kegiatan yang sesungguhnya. Sebagai contoh, hal yang saya lakukan untuk menghadapi 1 semester (6 bulan) ke depan adalah dengan memperbaharui binder saya dan dipasangi tulisan: “BIG PROJECT : UJIAN APOTEKER 2010”, tulisan mata kuliah – mata kuliah yang akan saya hadapi, dan tentunya tulisan “Devandra Alferi, 907 09 022”.
Dengan memperbaharui binder, saya harap saya akan merasa terpacu untuk melakukan kegiatan selama 6 bulan ke depan..dengan agenda utama itu tadi Ujian Apoteker..Ujian farmasi tergila satu Indonesia katanya. *Hadapi semua dengan senyuman..senyuman pait tapi ya?. Hihi..
Selain itu, karena dalam KP kemarin saya diamanahi tugas yang nonfarmasi, yaitu Lean Manufacturing, saya coba menerapkan kecil – kecilan di binder yang telah diperbaharui itu: sistem Kanban. Kanban secara harfiah merupakan “sinyal”. Dalam penerapannya di lean manufacturing, Kanban berperan sebagai sinyal bagi seseorang / bagi sebuah sistem untuk menambah stok atau mengisi kekosongan yang ada. Sebagai contoh sederhana – dan lean terinspirasi dari hal ini – adalah sistem stok di lemari supermarket. Saat mencapai suatu titik tertentu, karyawan supermarket akan mengisi kembali stok sebuah barang sampai penuh kembali.
Lantas bagaimana penerapannya dalam binder saya? Saya menerapkannya pada pemakaian kertas binder. Di suatu kertas binder urutan kesekian (mendekati habis), saya memberi tanda pada kertas tersebut berupa kertas tempel berwarna pink. Jadi, saat saya melihat bahwa kertas pink ini sudah terlihat, berarti sudah saatnya saya menambah stok kertas binder di dalam binder saya. Sehingga, tidak akan pernah ada kekurangan dalam binder saya tersebut. Tidak perlu lagi minta – minta ke teman, tidak perlu lagi ketinggalan ilmu dosen yang berharga. Sederhana, tapi saya merasa sedikit bangga bisa mendapatkan ilmu yang begitu berharga dari tempat KP…
Anyway, saya memang tertarik pada manajemen, marketing, dan entepreneurship..
Dan semoga “5 menit” yang saya lakukan dapat menjadi pemacu dan pemicu kegiatan saya selama 6 bulan ke depan.
Amiin.
Diari Berdebu
pagi, 01 maret 2010
lagi bongkar bongkar lemari..eh nemu diari lama.
dalam diari itu ternyata masih memuat catatan kecil dan peristiwa (beberapa) pada saat SMP dan di awal kelas 1 SMA.
lucu!!
ternyata memang ke alayan itu harus kita lalui..
Chicken Soup for Teenage berkata bahwa apapun yang terjadi dalam hidup memang sebuah fasa yang harus dilewati.
bahkan saat kita kecewa, kita disakiti…kita akan tau saat kita berbalik sejenak, ternyata banyak sekali pelajarannya. Saat kita kecewa karena ternyata hidup tidak sesuai apa yang diharapkan, kita akan sadar bahwa:
Inilah hidup!
Bahwa semuanya fana..karena kita sudah tau hanya satu yang abadi..dan itu bukan di dunia ini.
Hal yang dapat kita lakukan hanya dua: Berusaha dan Berdoa. Seperti dia yang selalu berdoa yang sama denganku sehabis solat – solatnya…agar kami dapat dipersatukan dalam tali yang sama…
ikatanNya.
Sabar & Syukur
sabar dan syukur..
murni dari mulut Devandra Alferi saat dengar pendapat pada mentoring bersama yang ngedadak…di suatu malam ba’da maghrib. Mesjid At-Taqwa, Lippo Cikarang.
Materi dibuka dengan Q.S Luqman oleh Arif yang kemudian bersambung pada tema tentang sabar dan syukur. Tema ini terpacu karena saat itu kami harus berupaya meyakinkan hati kami bahwa tempat KP ini berharga..walau yang kami pelajari bukanlah hal tentang kefarmasian(*dan memang sangat berharga..aku bersyukur sekali*)
Saat itu aku ditanya pendapatnya tentang sabar dan syukur..aku menjawab:
saya punya tempat favorit di dago..tempat ini saya kunjungi saat saya sedang sedih, saat sedang rindu, saat sedang bimbang, saat ingin berbicara padaNya dengan cara berbeda..beberapa hari sebelum sidang, saya datang ke tempat ini.
untuk menuju tempat ini, jalanannya pertama harus menurun, kemudian menanjak dengan tajam. Tanjakan ini terasa memberatkan, baik bagi saya, maupun bagi si Ahon, motor saya. Saya tahu, untuk mencapai titik yang saya inginkan di atas itu saya harus melaluinya..padahal di atas itu tidak ada apa-apa!
Yang ada hanyalah tanah merah yang akan dibangun oleh rumah – rumah. Pemandangannya pun buruk! hanya ada urugan tanah yang tidak beraturan..ga ada ijo2nya sama sekali. Lalu lantas, apa yang menarik dari daerah ini? Yaitu, saat mencapai titik di atas itu, saya kemudian berbalik..dan di sana lah pemandangan kota Bandung yang sangat indah.
begitu pula dengan sabar dan syukur..
tanjakan tadi dapat diibaratkan berupa proses untuk sabar..sabar menanti untuk mencapai titik di atas. Kemudian apakah setelah mencapai atas lantas saya bersyukur? belum tentu, karena saya belum tau di atas ada apa. Lalu sampai di atas, ko ga ada apa2? lantas, saya ga jadi donk bersyukur? padahal udah sabar banget saat menanjak.
Namun, saat saya membalikkan badan, ternyata ada pemandangan yang indah tadi. Di situlah saya bersyukurnya..ternyata proses dalam menuju sabar tadi menghasilkan sebuah pemandangan yang indah, walau belum tentu pemandangan indah itu ada di ujung proses sabar..bisa saja ada di samping kiri kita, di belakang kita.
namun, yakinlah teman..kita akan bersyukur setelah bersabar.
“Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui
bahwa mereka lebih kami cintai dari diri kami sendiri.”
Related Sound
Entah mengapa, lirik dari lagu ini sesaat menjadi soundtrack dari hidup saya. Eh, ga juga denk…soundtrack dari teman-teman saya juga yang dekat dengan saya. Lirik lagu itu adalah lirik lagu dari Coldplay, berjudul “Fix You”. Dan berikut lirik selengkapnya:
When you try your best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse
And the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
And high up above or down below
When you’re too in love to let it go
But if you never try you’ll never know
Just what you’re worth
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Tears stream down your face
When you lose something you cannot replace
Tears stream down your face
And I…
Tears stream down on your face
I promise you I will learn from my mistakes
Tears stream down your face
And I…
Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you
Yang paling menggambarkan kehidupan teman-teman dan diri saya pribadi adalah bait kedua… ketika kamu kehilangan sesuatu yang tidak dapat terganti..ketika kamu mencintai seseorang, tapi hanya untuk kesia-siaan..yah, memang, pada akhirnya anekdot yang mengatakan “cintai diriNya, jangan makhluk” memang benar adanya.
Karena sampai kapanpun…makhluk yang mencintai makhluk akan kecewa suatu saat.


1 comment